Selasa, April 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM-BANYUWANGI,Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kejaksaan Negeri Banyuwangi musnahan Barang Bukti (BB) 381 perkara berbagai tindak pidana.

Pemusnahan dilakukan di halaman Kejari Banyuwangi pada Rabu (17/3/2021), bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang meliputi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Kodim 0825 Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, Danlanal, dan pimpinan daerah setempat lainnya.

Kepala Kejari Banyuwangi, Mohammad Rawi mengatakan barang bukti yang dimusnahkan itu sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini sepanjang perkara di tahun 2020,” ucap Rawi kepada awak media, usai pemusnahan.

Dia menyebut, selama periode tersebut perkara yang paling banyak ditangi Kejari yakni tindak pidana narkotika terkait UU Nomor 35 Tahun 2009 dan Pil Trex yang berkaitan dengan UU Kesehatan No. 36 tahun 2009.

Adapun perinciannya, tindak pidana narkotika jenis sabu sebanyak 173 perkara dengan jumlah barang bukti (BB) seberat 367,072 gram, penyalahgunaan ganja sebanyak 6 perkara dengan jumlah BB 1.855,74 gram,.

Selanjutnya, penyalahgunaan Pil Trex atau trihexyphenidyl sebanyak 131 perkara dengan jumlah BB 95.129 butir, obat-obatan jenis Dextro 9 perkara dengan BB 1.275 butir, obat-obatan jenis jamu sachet dan botol 6 perkara dengan BB 63.790 buah.

“Paling dominan perkara narkotika dan pil trex terkait UU Kesehatan. Sementara dari kasus yang lain kalau diperkirakan mencapai 25-30 persen,” ungkap Rawi.

Adapun barang bukti lain yang juga dimusnahkan yakni rokok ilegal sebanyak 37.960 batang dari 2 perkara, 2.678 botol minuman beralkohol dari 16 perkara.

Pihaknya juga memusnahkan 30 butir obat-obatan psikotropika jenis ekstasi dari 8 perkara, 10 butir obat keras dari 3 perkara tindak pidana psikotropika.

Selain itu, ada pula barang bukti yang dimusnahkan seperti dari tindak pidana kepemilikan senjata tajam, senapan angin, dan juga barang bukti handphone berbagai merk.

Untuk memusnahkan barang bukti tersebut, pihaknya menggunakan metode yang berbeda-beda, tergantung dari jenis barang bukti.

Baca Juga:   Tingkatkan Pembangunan Daerah, Wapres RI Instruksikan Penguatan Kebijakan Digitalisasi Transaksi Keuangan

Seperti barang bukti miras dan hendphone, dimusnahkan dengan cara dilindas dengan alat berat. Untuk obat-obatan dimusnahakan dengan cara diblender.

Baca Juga:   Polri Tetapkan 5 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

Sementara rokok ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar, sesangkan senjata tajam dan senapan dengan cara dipotong memakai gergaji mesin.

Barang bukti kasus narkoba dimusnahkan dengan cara dihancurkan dengan blender. Airsoft gun dipotong dengan gerinda. Sedangkan minuman keras dilindas dengan kendaraan silinder. Sementara rokok ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar.

Rawi menambahkan barang bukti yang paling banyak dimusnahkan adalah barang bukti kasus narkoba dan perkara undang-undang Kesehatan. Menurutnya kasus narkoba selama tahun 2020 memang cenderung mengalami peningkatan.

“Peningkatannya sekitar 25 sampai 30 persen,” tegasnya.(*)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.