Soroti Proyek Revitalisasi KB 01 Agel, LSM Penjara Indonesia Siap Seret Dugaan Penyimpangan ke APH

Redaksi
A-AA+A++

KONTRAS TIMES, SITUBONDO – Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan KB 01 Agel yang berlokasi di Desa Agel, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, menjadi sorotan publik.

Proyek yang menelan anggaran Rp 445.819.000,00 bersumber dari Dana APBN dengan pelaksana kegiatan P2SP tersebut, dinilai dalam pelaksanaannya tidak sesuai petunjuk teknis serta minim transparansi.

Hal tersebut disampaikan oleh Muchsin Al Fajar atau yang akrab disapa Fajar Gondrong, Ketua LSM Penjara Indonesia DPC Situbondo, saat turun langsung ke lokasi kegiatan.

Hal mendasar yang disoroti adalah minimnya transparansi. Papan informasi proyek yang seharusnya berada di tempat terbuka dan mudah dilihat masyarakat, justru diletakkan di ruang tersembunyi.

“Seharusnya papan informasi proyek berada di tempat terbuka agar masyarakat tahu sumber dan besaran anggaran untuk proyek revitalisasi tersebut. Ini terkesan sengaja ditutupi,” ujar Fajar Gondrong.

Selain menyoroti papan informasi, Fajar Gondrong juga menemukan beberapa pekerjaan yang menurutnya dikerjakan tidak sesuai petunjuk teknis yang ada.

Seperti penggunaan material galvalum yang diduga tidak sesuai spesifikasi, pembesian untuk pengecoran yang tidak sesuai standar, serta para pekerja yang tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

“Banyak temuan lainnya di lapangan. Para pekerja tidak dilengkapi APD, ini jelas mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Lemahnya fungsi pengawasan pihak terkait membuat pekerjaan ini minim pantauan, maka hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.

Fajar Gondrong menegaskan, pihaknya bersama tim akan terus memantau setiap perkembangan pekerjaan proyek tersebut hingga selesai.

“Jika data sudah lengkap, secara kelembagaan kami akan melaporkan pekerjaan tersebut kepada pihak terkait termasuk Aparat Penegak Hukum (APH),” pungkasnya.

Baca juga:
Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft
Vertikal Iklan Kontras times
Writer: RedEditor: Red