Senin, April 8, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Banten, – Usai menyampaikan pidato kunci pada Seminar Nasional Ekonomi Syariah di Gedung Menara Syariah, Kompleks Islamic Business and Financial Center (IBFC) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, di lokasi yang sama Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin juga meresmikan Masjid Al-Khairiyah pada Jumat (27/10/2023).

Pada kesempatan ini, Wapres mengungkapkan apresiasinya atas berbagai fasilitas yang terus dihadirkan untuk melengkapi dan menambah kemanfaatan kawasan IBFC PIK-2, termasuk Masjid Al-Khairiyah yang berada dalam Gedung Menara Syariah.

“Kehadiran Masjid Al-Khairiyah kiranya menjadi sarana yang ideal untuk menyampaikan pesan kesejukan, termasuk pesan kebaikan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan universal, serta membawa keberkahan bagi siapapun yang menjalankannya,” pesannya.

Selanjutnya, dalam keterangannya, Wapres menyampaikan pentingnya keberadaan masjid di Gedung Menara Syariah ini, yakni agar para pekerja yang mayoritas bergerak dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah tetap dapat melaksanakan salat di sela kesibukannya.

“Dan bukan hanya mereka yang tinggal di sini, berkantor di sini, tetapi juga tamu-tamu yang datang, sehingga fungsi masjid itu menjadi sentral sekali,” ujar Wapres.

“Seperti biasanya, dimana ada kegiatan pasar itu biasanya ada masjidnya. Ini kan pasar modern, jadi ada masjid yang melengkapi,” tambahnya.

Terkait pentingnya kehadiran Gedung Menara Syariah di PIK-2, Wapres menerangkan bahwa gedung ini menjadi tempat untuk mengkoordinasikan dan membangun ekosistem syariah, mulai dari aspek keuangan (finance), industri halal, hingga bisnis syariah seperti fesyen dan wisata halal.

“Terutama finance-nya, sebab yang bisa memberikan permodalan untuk semua kegiatan tersebut adalah aspek finance,” tegasnya.

Bahkan, Wapres mengharapkan Gedung Menara Syariah ini ke depan akan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan keuangan syariah menandingi pusat-pusat ekonomi dan keuangan syariah yang telah ada sebelumnya seperti di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kazakhstan.

“Sebab potensi kita paling besar, penduduk muslimnya paling besar, kemudian potensi ekonominya besar. Jadi kita ingin mengubah Indonesia dari negara konsumen halal terbesar menjadi produsen halal terbesar [di dunia],” ujar Wapres optimis.

Baca Juga:   Kuria Keuskupan Agung, Liburkan Misa dan Kejadian ini Kita Percayakan Sepenuhnya Pada Penegak Hukum
Baca Juga:   Ibadah Minggu di Lanny Jaya Berlangsung Aman dan Kondusif

Oleh karena itu, tutur Wapres, Gedung Menara Syariah PIK-2 dengan segala fasiltiasnya diharapkan menjadi tempat yang dapat memberikan pelayanan untuk seluruh kegiatan yang menyangkut ekonomi dan keuangan syariah.

“Saya gembira sekali karena sudah lama kita menginginkan ada pusat pemasaran, pusat pelayanan, sehingga kalau ada orang bicara syariah, mau apa, ada di sini. Nanti dari luar negeri datang ke Indonesia, mencari apa, adanya di sini. Produk halal, fesyen, keuangan, dan sebagainya,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisaris Utama Menara Syariah Harianto Solichin melaporkan bahwa Masjid Al-Khairiyah yang terletak di lantai 5 Gedung Menara Syariah dapat menampung 1.200 jemaah.

“Masjid ini cukup untuk mereka yang bekerja di menara syariah ini yang terdiri dari dua menara (twin tower) dimana tingginya 32 lantai masing-masing,” terangnya.

Pendirian menara syariah termasuk Masjid Al-Khairiyah di dalamnya ini, menurut Harianto, merupakan hasil kerja sama dari banyak pihak, sehingga ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Terima kasih atas segala dukungan daripada para pemangku kepentingan terkait,” ucapnya.

Sebagai informasi, kawasan Islamic Financial Center (IFC) dengan Gedung Menara Syariah di PIK-2 yang diinisiasi oleh PT Fin Centerindo Satu akan membangun ekosistem syariah yang menyatukan tiga kekuatan.

Pertama, key players dalam industri ekonomi dan keuangan syariah yang meliputi MUI, IAEI, KNEKS, MES, OJK, Pengelola Khusus IFC PIK-2 baik komersial (bank syariah, fintech syariah, dan pasar modal syariah) maupun keuangan sosial syariah, dan sektor riil seperti fesyen muslim serta makanan dan minuman halal. Kedua, international standard seperti global financial center, international standard setting body keuangan syariah, dan sosial syariah. Ketiga, sebagai learning center seperti bisnis inkubator syariah, international university, research center, dan training center.

Selain masjid, fasilitas lain berkelas dunia yang disediakan oleh Menara Syariah di antaranya Co-working & Events Space, Digital Lounge, Training & Certifications Centre, Islamic Art & History Museum, Islamic Events Ballroom yang dapat digunakan untuk International Summits dan Weddings, serta Public Services Hall/Lounges yang dapat digunakan untuk pendaftaran haji, umroh, dan produk halal.

Baca Juga:   Ibadah Minggu di Lanny Jaya Berlangsung Aman dan Kondusif
Baca Juga:   Wapres akan Hadiri "Barus Bershalawat untuk Indonesia" di Tapanuli Tengah

Usai peresmian, Wapres berkesempatan memimpin salat Jumat di Masjid Al-Khairiyah. Sementara Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar bertindak sebagai khatib. (EP/SK-BPMI, Setwapres/***)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.