Minggu, Maret 3, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Malang, – Pemerintah menyadari pentingnya eksistensi dan kontribusi dunia pendidikan sebagai medium paling efektif untuk melakukan transfer nilai dan pengetahuan, utamanya tentang pemahaman terhadap nilai moderasi kepada generasi muda. Oleh karena itu, institusi pendidikan termasuk Universitas Islam Malang (UNISMA), perlu menyiapkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

“Pertama, peningkatan kualitas akademik di lingkungan kampus Unisma harus selalu selaras dengan penguatan iman dan takwa, juga karakter religius-kebangsaan, serta nilai-nilai Pancasila,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam kuliah umumnya yang bertajuk “Quo Vadis Moderasi Beragama dalam Bingkai Merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Peradaban Dunia”, di UNISMA, Jl. Mayjen. Haryono No. 193, Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur (Jatim), Jumat (19/01/2024).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, selain keseimbangan pengetahuan dalam bentuk teori, praktik di lapangan pun juga harus diperkenalkan.

“Kedua, pertajam literasi kerukunan dan persatuan dalam ekosistem pendidikan UNISMA, seraya terus membumikan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang maju dan moderat,” imbuh Wapres.

Untuk itu, sambungnya, implementasi nyata yang bernilai baik pun harus terus dilanjutkan.

“Selanjutnya, praktik moderasi beragama yang sudah berjalan baik agar dipertahankan, bahkan diperkuat, utamanya untuk mengantisipasi potensi ancaman ajaran dan ideologi radikalisme yang rentan menyebar melalui kanal-kanal digital,” papar Wapres.

Menutup kuliah umumnya, Wapres pun berpesan, agar seluruh elemen masyarakat dapat saling bahu-membahu, berkomitmen menjaga persatuan di atas perbedaan yang ada. Sebab, selain untuk kerukunan di dalam negeri, Indonesia pun telah banyak menjadi contoh toleransi yang baik di mancanegara.

“Terakhir, saya minta seluruh komponen bangsa terus merawat toleransi, kerukunan, persatuan, dan harmoni sosial sebagai ciri bangsa Indonesia di dunia internasional,” pesan Wapres.

“Kita menginginkan pengalaman Indonesia dalam melaksanakan moderasi beragama bisa menjadi referensi dunia dalam mengelola perbedaan dan keragaman di tingkat global,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jatim Emil E. Dardak menyampaikan bahwa moderasi di Provinsi Jatim dapat terjalin karena adanya rasa saling menghormati dan saling percaya antarmasyarakat. Sehingga, menjadikan moderasi sebagai aset dalam pembangunan dan kemajuan di Jatim.

Baca Juga:   DPR Sahkan UU Pembentukan Provinsi Papua BD, Wapres: Percepat Pembangunan Kesejahteraan Papua
Baca Juga:   Kasau Marsekal Fadjar Prasetyo : Bergelar Magister Terapan Menjadi Kebanggaan Bagi Lulusan Seskoau

“Sebagai aset, bukan ancaman. Untuk itu, jadikan ini sebagai kekuatan yang mendorong kita untuk terus bergerak maju sebagai bangsa yang adil, bersatu, dan damai,” imbaunya.

Hadir pula dalam acara ini , Pj. Walikota Malang Wahyu Hidayat, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan UNISMA Mochtar Data, Rektor UNISMA Maskuri, dan segenap civitas academica UNISMA.

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, M. Nasir, Masykuri Abdillah, M. Imam Azis, Zumrotul Mukaffa dan Arif Rahmansyah Marbun, serta Tim Ahli Wapres Nurdin Tampubolon, Johan Tedja dan Farhat Brachma. (NN/SK-BPMI, Setwapres/***)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.