Kamis, Juni 13, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Jakarta- Beberapa kali media menangkap sinyal perombakan (reshuffle) kabinet dari Presiden Jokowi. Kendati demikian, hingga Rabu kemarin, perombakan kabinet itu tidak jua terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Wapres merasa belum melihat reaksi positif Presiden kepada keputusan reshuffle.

“Kalau desakan, itu kan banyak dari mana-mana, tapi kan Pak Jokowi belum memberikan reaksinya. Jadi, bagaimana saya bisa tahu karena belum ada reaksi ke arah itu,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin di sela-sela wawancara Harian Kompas tentang 1 Abad NU, di Kediaman Resmi Wakil Presiden, Jalan Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Kamis (06/02/2023).

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan, ia belum memberikan masukan apapun kepada Presiden terkait bongkar pasang menteri di sisa periode ini.

“Kalau saya, belum bicara mengenai hal itu, belum bicara soal seperti itu. Biasanya kan kalau memang mau melakukan, Pak Jokowi ngasih tahu. Kalau ini, kan belum. Jadi, belum tahu,” imbuh Wapres.

Wapres menilai, keputusan perombakan kabinet ada pada Presiden Joko Widodo. Adapun keputusan tersebut didasarkan pada kinerja para menteri dalam membantu melaksanakan kebijakan pemerintah.

“Biasanya Pak Jokowi itu melakukan reshuffle berdasarkan kinerja. Karena itu kan yang biasanya menjadi dasar, kan gitu,” tutur Wapres.

Terkait bagaimana penilaian kinerja menteri saat ini, Wapres juga merasa bahwa hal itu merupakan hak prerogatif Presiden. Ia tidak tahu menahu mengenai hal tersebut.

“Ya, itu ada penilaian yang khususlah. Untuk penilaian itu, hanya Pak Jokowi lah yang tahu soal itu,” pungkasnya.

Mendampingi Wapres dalam wawancara tersebut, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi. (DMA/AS, BPMI Setwapres)

Sumber: R2-Setwapres-Rusmin Nuryadin

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.